Home Top News Habib Luthfi bin Yahya Mundur dari Mustasyar PBNU, Aktivis NU Sulsel :...

Habib Luthfi bin Yahya Mundur dari Mustasyar PBNU, Aktivis NU Sulsel : Kenapa PBNU bisa begini?

26

MAKASSAR – Aktivis Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, NU Sulsel, tak kuasa menahan haru membaca berita pengunduran diri Habib Luthfi Bin Yahya.

Informasi pengunduran diri Habib Luthfi Bin Yahya dari Mustasyar PBNU Masa Khidmat 2022-2027 beredar Sabtu, 15 Januari 2022 pagi ini.

Assalamu ‘alaikum Wr Wb.

Dengan hormat tolong sampaikan kepada rois syuriyah bahwa saya habib Muhammad lutfi bin Ali bin Yahya mengundurkan diri dari jabatan musytasyar NU 2022-2027. Seandainya sebelumnya ada pemberitahuan pun saya tetap mengundurkan diri.

Terima kasih dan mohon maaf.

Wassalamu ‘alaiku Wr Wb.

Pekalongan,Sabtu 15 Januari 2022.

Hormat kami

Habib Muhammad lutfi bin Ali bin Yahya.

Informasi yang beredar, Habib Luthfi Bin Yahya meminta kepada Sekjen PBNU demisioner KH Helmy Faishal Zaini untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Rais Aam PBNU.

“Menetes air mataku ini membaca berita Habib Luthfi Bin Yahya mengundurkan diri dari Mustasyar PBNU,” kata aktivis NU Sulsel KH Makmur Idrus, Sabtu, 15 Januari 2022, pagi.

Dia mengaku sudah mendengar kabar itu dari pagi tadi.

Bahkan beberapa sahabat mantan Ketua GP Ansor Makassar itu sudah menelepon menyampaikan pengunduran diri Habib Luthfi Bin Yahya dari Mustasyar PBNU.

“Kenapa PBNU bisa seperti ini,” ujar KH Makmur Idrus.(*)

Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya akhirnya mengumumkan daftar lengkap pengurus PBNU periode 2022-2027 di Kantor PBNU di Kramat Raya, Jakarta.Gus Yahya menunjuk Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen).

“Sekjen Drs Saifullah Yusuf,” kata Gus Yahya saat mengumumkan daftar pengurus PBNU, Rabu (12/2).

Saat pemilihan Ketum PBNU akhir tahun lalu Gus Ipul diketahui aktif menjadi tim kampanye bagi Gus Yahya. Ia bahkan ikut membantu pemenangan Gus Yahya sejak tahun 2020. Wali Kota Pasuruan itu juga mendampingi Gus Yahya safari politik ke banyak pengurus PCNU dan PWNU se-Indonesia.

Saat menang dalam Muktamar sebagai Ketum PBNU, Gus Yahya sempat menyebut Gus Ipul dan salah satu timsesnya, Nusron Wahid sebagai pendekar muktamar.

“Bahkan, ada pendekar-pendekar yang selama ini merajai dunia persilatan dari Muktamar ke Muktamar, seperti Gus Saifullah Yusuf dan Gus Nusron Wahid. Mereka yang walaupun misal dalam keadaan sakit seperti apa pun, kalau tiba waktunya Muktamar, langsung sembuh,” ucap Gus Yahya, di lokasi Muktamar PBNU, Lampung, 24 Desember 2021 lalu.

Kemudian di posisi Bendahara Umum Gus Yahya menunjuk Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H Maming.

Kader PDI Perjuangan itu sebelumnya pernah menjadi Bupati Tanah Bumbu selama dua periode sejak tahun 2010-2018. “Bendahara Umum Mardani H Maming,” ujar Gus Yahya.

Nama lain yang masuk dalam jajaran pengurus adalah Nusron Wahid. Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor yang juga politikus Partai Golkar itu dipilih menjadi Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027.

Adapun mantan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj masuk dalam jajaran Mustasyar. Dan adik Said Aqil, Muhammad Musthofa Aqil Siroj, ditempatkan sebagai Rais PBNU.

Sedangkan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menanggapi struktur kepengurusan PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang terdapat beberapa tokoh merangkap jabatan politis.

Diantaranya Gus Ipul yang merupakan Wali Kota Pasuruan hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa.

Kiai Akhyar menjelaskan, sebenarnya tak ada larangan pengurus PBNU tak boleh rangkap jabatan, kecuali Rais Aam dan Ketum. Menurutnya, pengurus yang merangkap jabatan akan bisa mendapatkan manfaat bagi PBNU.

“Yang dilarang rangkap jabatan sepegetahuan saya itu Rais Aam sama ketum di parpol atau di jabatan politik. Kalau selain Ketua dan Rais Aam itu masih diperbolehkan karena ada manfaat. Jadi kalau mereka-mereka merangkap itu masih ada manfaat yang kembali,” kata Akhyar.

Hal itu berbeda dengan jabatan ketua dan Rais Aam, yang ditegaskan Akhyar tak boleh rangkap jabatan agar fokus dengan PBNU.

“Beda kalau Rais Aam dan Ketua Umum bagaimana bisa bekerja. Jadi AD/ART yang hasil dari Muktamar Jombang dan Muktamar ini tidak ada masalah,” jelas dia.

Lebih lanjut, Kiai Akhyar berharap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya dapat semakin mendunia dan dapat menyentuh seluruh perwakilan daerah.

“Periode ini kan NU itu harapannya bukan hanya di nusantara tapi ya mendunia jadi kita perlu banyak penggemukan di samping untuk perwakilan di daerah-daerah yang selama ini belum tercover. Sehingga dengan ini belum sempurna tapi lumayan lah,” ucapnya.

Tak hanya itu, Kiai Akhyar juga mengungkapkan pekerjaan NU ke depan dapat terus fokus dalam bidang ekonomi. “NU kan organisasi perkhidmatan jadi semua itu nawaitunya ya khidmatan dan khidmat itu ya, kerja keras tak mengenal lelah, menyelesaikan tugas-tugas yang telah diemban oleh mereka sebagai amanat. Terutama bidang ekonomi yang selama ini masih belum bisa kita laksanakan dengan baik,” kata Kiai Akhyar.

sumber : tribuntimur