Wartaindonesia

Momen Haru dan Bangga, 160 Santri Ponpes Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Resmi Diwisuda

Vhio TC
Momen Haru dan Bangga, 160 Santri Ponpes Modern Ar-Risalah Lubuklinggau Resmi Diwisuda

Wartaindonesia.net, Lubuklinggau – Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Ar-Risalah Lubuklinggau sukses menggelar prosesi Wisuda dan Haflatul Wada bagi 160 santri jenjang SMP dan SMA tahun ajaran 2026-2027. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini diselenggarakan pada Sabtu (23/06/2026) di Auditorium Putra Sohe, kompleks Pesantren Modern Ar-Risalah, Jalan Lapter Silampari, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Momen tahunan ini terasa sangat istimewa dan sakral karena dihadiri langsung oleh:

Abah Dr. (H.C.) KH. Syaiful Hadi Maafi, B.A (Pendiri sekaligus Pembina Pesantren Modern Ar-Risalah) didampingi istri, Hj. Nyimas Rukiah Mansur.

KH. Moch Atiq Fahmi, Lc., M.Ag., Gr. (Pimpinan Pesantren Modern Ar-Risalah Lubuklinggau).

Para asatidz/dzah, jajaran pengurus pesantren, serta ratusan wali santri yang hadir dengan rasa bangga.

Lulus dengan Kriteria Unggulan

Sebanyak 160 santri yang diwisuda kali ini merupakan generasi pilihan yang dinilai telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan kepesantrenan.

Mereka tidak hanya dinyatakan lulus secara akademik formal, tetapi juga telah memenuhi berbagai kriteria khusus yang menjadi standar mutu Ponpes Modern Ar-Risalah.

"Para santri yang diwisuda hari ini telah melewati berbagai ujian kelulusan, mulai dari capaian akademik, hafalan Al-Qur'an (tahfidz), pemahaman kitab kuning, hingga praktik ibadah harian yang disiplin," ujar pihak pesantren dalam sambutannya.

Harapan untuk Masa Depan
Acara Haflatul Wada’ (perpisahan) ini menjadi gerbang awal bagi para alumni muda Ar-Risalah untuk mengabdikan ilmu mereka di tengah masyarakat atau melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Suasana haru sempat menyelimuti auditorium saat prosesi sungkeman dan pelepasan atribut santri, menandai berakhirnya masa studi mereka di pondok, namun sekaligus dimulainya babak baru sebagai agen perubahan yang berakhlakul karimah. (Vhio)

Berita Terkait

61